Sabtu, 30 April 2011

MENULIS TEKS BERITA SECARA SINGKAT, PADAT, DAN JELAS

C. Menulis Teks Berita
Keterampilan menulis berita perlu kamu miliki untuk melengkapi keterampilanmu dalam menulis. Berita memiliki ciri khas. Demikian juga penulisannya memerlukan langkah khusus. Dalam bagian ini, kamu akan belajar menulis berita. Siapa tahu kamu terlibat dalam pembuatan majalah sekolah dan kelak menjadi wartawan yang hebat.
Aktivitas pembelajaran harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi menulis teks berita adalah (1) mengenali ciri dan langkah menyusun berita, (2) menyusun berita dengan mengurutkan data yang disediakan, (3) menyusun berita yang ada di sekolah atau di masyarakat sekitar, dan (4) menyunting isi berita.

1. Mengenali Ciri dan Langkah Menyusun Berita
Dari pelajaran yang lalu, kamu telah belajar menemukan ciri isi dan bahasa teks berita.
Sebagai bekal untuk menyusun berita, amati langkah penyusunan berita berikut!
a. Penemuan peristiwa atau kejadian
Isi berita berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual. Jika tidak muncul peristiwa seperti perampokan, bencana alam, kebakaran, dan kejadian mendadak lainnya, pencari berita perlu mencari dan menangkap kegiatan-kegiatan unik yang muncul di masyarakat.
b. Pencarian sumber berita
Agar isi berita akurat, penulis berita harus dapat menemukan tokoh yang memberikan informasi secara tepat yang akan diberitakan. Sebagai contoh mendapatkan informasi tentang data korban dan proses kejadian, penulis dapat mewawancarai pihak kepolisian setempat.
c. Pewawancaraan
Wawancara dilakukan penulis berita untuk memperoleh fakta tentang suatu kejadian, data korban, atau proses kejadian.
d. Pencatatan hal-hal penting
Selama proses pencarian informasi, penulis dapat dipandu dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana proses terjadinya peristiwa.
e. Penyusunan berita
Penyusunan berita pada hakikatnya harus menggunakan bahasa yang singkat dan jelas.

Berdasarkan hal itu, langkah merencanakan berita dapat dilakukan dengan mengisi
format berikut.
Peristiwa yang
Diberitakan Informasi yang Harus Ditulis Cara Mencari
Informasi Sumber
Informasi
kecelakaan
beruntun Apa yang terjadi?
Di mana terjadi? Mengamati
kejadian TVRI
saksi Bagaimana proses kecelakaan itu
terjadi?
Berapa korbannya?
Siapa saja korbannya?
Dibawa ke mana korbannya? Mewawancarai
polisi



Dari proses tersebut lahirlah berita berikut.

Tabrakan Beruntun Tewaskan 6 Orang Lima Orang Sekeluarga
Cirebon – Enam orang tewas dalam tabrakan beruntun di Jalan Raya Bandengan, Pangarengan, Kanci, Kabupaten Cirebon, dini hari. Lima orang di antara mereka sekeluarga. Tabrakan melibatkan dua truk, satu bus, dan sebuah Opel Blazer.
Lima orang tewas adalah penumpang Opel Blazer yang dikemudikan Heri Yulianto, 36, warga kompleks BRI, Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang, Jateng. Dia tewas seketika di lokasi kejadian bersama istrinya, Ny. Herlina, 35, dua orang anaknya, dan seorang pembantu rumah tangganya, Rumini, 25.
Sementara itu, seorang korban tewas lainnya ialah M. Hidayat, 31, warga Secang, Magelang, penumpang bus. Dia tewas di lokasi kejadian. Selain enam orang tewas, empat orang penumpang bus mengalami luka parah. Tiga korban dirawat di RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, yakni Purwanto, 51, warga Kalitekak, Gunung Kidul, DIY; Saefuddin, 30, warga Bawaran I Gunung Kidul; dan Suharno, 38, penduduk Nepabulerejo, Magelang. Seorang korban lainnya dilarikan ke RS Tentara Ciremai, Kota Cirebon.
Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Cirebon Bripka Pol Made, kecelakaan terjadi ketika bus PO Santoso berupaya mendahului truk yang dikemudikan Beni Irawan, 29, penduduk Jalan Melati 24, Tegal. Bus jurusan Wonosari-Bogor datang dari arah timur dan berusaha mendahului truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat mendahului truk, bus yang sarat penumpang tersebut menabrak bagian belakang truk. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul Opel Blazer yang dikemudikan Heri, juga dalam kecepatan tinggi. Tabrakan antara bus dan Opel Blazer tak bisa dihindari. Opel yang dihantam bus tersebut ditabrak dari belakang oleh truk tronton bermuatan keramik.
Truk tronton menyeret Opel Blazer hingga terjerumus masuk sawah dalam posisi tertindih badan truk. “Opel Blazer ringsek dan penumpangnya tewas seketika,” ujar Made.
Dikutip dari Jawa Pos, 2002

2. Menyusun Berita dengan Mengurutkan Data yang Disediakan
Urutkanlah data berikut sehingga menjadi berita yang utuh! Berikan judul yang
sesuai! Lakukan secara berkelompok!
a. Peristiwa : Kecelakaan bus Damri L 3796 CB
b. Waktu kejadian : 2 Juni 2008
c. Tempat kejadian : Jembatan Kemuning Lor Arjasa, Jember Jatim
d. Data yang meninggal : Dari catatan polisi didapatkan informasi ada 22 orang (4 siswa Tk Theobroma, 2 bayi, dan 16 orang tua siswa)
e. Sebab keajadian : Berdasarkan wawancara penumpang yang selamat, diperoleh informasi bahwa bus terlalu penuh muatan. Bus ditumpangi lebih dari 100 orang. Padahal bus Damri ukuran sedang tersebut hanya memiliki 25 kursi.
f. Proses kejadian : Dari hasil wawancara dengan Iswahyudi (sopir bus), diketahui bahwa sekitar pukul 06.15 bus meninggalkan TK berangkat menuju Pasir Putih, Situbondo. Lima belas menit kemudian bus melintas ke jembatan Payung Sungai Rayap, Rembangan. Karena jalan menurun tajam dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan berkelok-kelok, tiba - tiba bus kehilangan kendali. Bus melaju dengan zigzag. Sopir tak dapat menguasai kendali. Bus menabrak pagar jembatan dan terjun ke sungai dengan ketinggian sekitar 10,5 meter.



Bacakan naskah berita hasil kerja kelompokmu! Kelompok lain mengomentari dari segi (1) kelengkapan isi berita (mengandung apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapa), (2) keruntutan pemaparan (isi urut dan jelas sehingga mudah dipahami), (3) penggunaan kalimat (singkat dan jelas), dan (4) kosakata yang digunakan bahasa sehari-hari (dapat dipahami semua orang).

3. Menyunting Isi Berita
Tukarkan berita yang kamu tulis dengan temanmu! Berikanlah komentar berita yang ditulis temanmu dari segi (1) kelengkapan isi, (2) kebakuan bahasa yang digunakan, (3) ketepatan pemilihan kata, (4) kemenarikan judul, dan (5) ketepatan penggunaan ejaannya!
Salah satu hal penting dalam penerapan ejaan adalah penggunaan tanda baca,
khususnya pemakaian tanda hubung. Tanda hubung di antaranya dipakai untuk
pemenggalan kata. Nah, bagaimana aturan pemenggalan kata yang benar? Untuk itu,
perhatikan contoh berikut!

Merekalah yang diikutkan dalam olimpiade sains tingkat internasional, misalnya pada April 2005 ikut dalam olimpiade Fisika tingkat ASEAN.

Perhatikan penggunaan tanda hubung tersebut! Pada bagian pertama kita melihat tanda hubung dipakai untuk menandai kata ulang, sedangkan bagian yang kedua kita dapat mencermati tanda hubung dipakai untuk memenggal kata. Sekarang permasalahannya adalah apakah pemenggalan kata April seperti di atas sudah benar, sesuai dengan kaidah pemenggalan.
Menurut Anda, mana yang benar di antara pemenggalan kata A-pril dan Ap-ril? Yang benar adalah Ap-ril, bukan A-pril. Mengapa demikian? Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dijelaskan bahwa pemenggalan kata dilakukan dengan aturan berikut:
a. imbuhan dipisahkan dari kata dasarnya;
b. pemenggalan pada kata dasar diatur sebagai berikut:

1) dua vokal berturutan dipisahkan di antara keduanya,
2) jika konsonan diapit vokal, pemisahannya dilakukan sebelum konsonan tersebut,
dan
3) jika terdapat dua konsonan atau lebih berturut-turut di tengah kata, pemenggalannya
dilakukan setelah konsonan pertama.

Dengan demikian, pemenggalan yang benar adalah Ap-ril karena di tengah kata terdapat dua konsonan berturut-turut, yakni p dan r sehingga pemisahannya dilakukan setelah p. Hal itu sesuai dengan aturan b 3).
Berdasarkan hal itu pemenggalan kata makhluk, caplok, transmigrasi, biografi, mengupas, dan menginginkan adalah makh-luk, cap-lok, trans-mig-ra-si, bi-o-gra-fi, me-ngu-pas, dan mengi- ngin-kan.
Ingatlah dalam menyunting yang berkaitan dengan penulisan, harus memperhatikan penerapan aturan pemenggalan kata tersebut. Khususnya di ujung baris, pengetikan tidak boleh hanya terdapat satu fonem sebagai hasil pemenggalan, seperti mengingini tidak boleh kamu penggal menjadi mengingin lalu i, tetapi menjadi meng lalu ingini atau mengi lalu ngini.
Berdasarkan uraian tersebut, sekarang suntinglah berita yang kamu tulis berdasarkan komentar dari teman/gurumu! Gunakan tabel berikut dalam buku kerjamu!
NO. Indikator Komentar dan Data
1. Kelengkapan isi
2. Kebakuan bahasa
3. Ketepatan pilihan kata
4. Kemenarikan judul
5. Keefektifan kalimat

Sumber :
Laksono, Kisyani; Yulianto, Bambang; Harsiati, Titik; Nurhadi. 2008.Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Bab 6 Halaman 104 – 108


Menulis Teks Berita

Masih ingatkah kamu pembelajaran di kelas VII tentang karakteristik sebuah berita? Mungkin ada bagian yang ingat dan ada bagian yang lupa. Nah, dalam pembelajaran ini, kamu tidak hanya mengenali sebuah teks berita, tetapi belajar menulis teks berita.
Apakah peletakan unsur 5W+1H harus urut? Jawabnya tidak, bergantung dari unsur
apa yang ditonjolkan. Sebuah berita ada yang ditonjolkan dari segi pelakunya (who), hal yang
diberitakan (what), tempat kejadiannya, bahkan bisa penyebabnya (why). Namun demikian,
unsur yang menjadi sentral kemudian ditopang oleh unsur-unsur yang lain.
Perhatikan kutipan berita berikut!
Flu Burung Merebak di Tanggamus dan Lamsel
PRINGSEWU (Lampost): Serangan flu burung (avion influenza) terhadap unggas
kembali merebak di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan. Meski belum ada warga yang tertular, sudah ribuan ekor unggas mati mendadak.Di Tanggamus, dalam tiga bulan terakhir, wabah penyakit itu tercatat mewabah di enam pekon di Tanggamus.
Unggas penduduk yang diserang flu burung di antaranya di Pekon Bumi Arum dan
Margakaya (Kecamatan Pringsewu), Pekon Way Kerap dan Banjarmanis (Kecamatan Bulok), Pekon Wates (Kecamatan Gadingrejo), dan Pekon Margoyoso (Kecamatan Sumberejo).Namun, diperoleh informasi, unggas warga sejumlah pekon di Kecamatan Kotaagung juga diduga terserang virus flu burung. Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tanggamus Ari Retika, Jumat (14-3), mengakui meningkamya serangan flu burung terhadap unggas peliharaan warga di wilayah itu sejak awal 2008. Untuk mengantisipasi merebaknya virus itu, khususnya penularannya pada masyarakat, aparatur Dinas Pertanian dan Peternakan melakukan berbagai tindakan. Selain itu, memberi penyuluhan pada masyarakat tentang bahaya flu burung dan cara cara penanggulangannya.
Lampung Post, 13 Maret 2008
2. Mencermati Pedoman Penulisan Berita
Sebuah berita tidak cukup memuat 5W+1H. Sebuah berita yang baik harus memenuhi
syarat keaktualan, keakuratan, kepentingan, dan kemenarikan. Keaktualan maksudnya berita
harus terkini atau tidak basi, keakuratan berarti fakta yang diungkapkan bisa dipertanggungjawabkan, dan kemenarikan maksudnya menarik perhatian pembaca.
3. Menulis Berita
Setelah kamu mencermati berbagai hal yang berhubungan dengan penulisan berita,
kamu tentu sudah paham berita seperti apa yang baik. Pada pembelajaran selanjutnya, kamu
akan berlatih menulis berita yang sesungguhnya.
Ingat, berita merupakan jawaban atas pertanyaan 5W+1H (apa yang diberitakan, siapa
yang diberitakan, kapan kejadian dalam berita itu, di manakah kejadiannya, mengapa kejadian
tersebut terjadi, dan bagaimana kejadiannya!
Sumber:
Setyorini, Yulianti; Wahono. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Bab 6 Halaman 76 – 77


D. Menulis Teks Berita secara Singkat, Padat, dan Jelas
Berita begitu akrab dengan kehidupan kita. Tiada hari tanpa berita. Berita merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Berita atau warta secara leksikal berarti kabar. Menulis berita berarti menulis kabar. Orang yang profesinya mencari dan menulis berita disebut wartawan atau jurnalis.
Wartawan dalam mencari berita akan mencatat apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Berita ditulis secara objektif (apa adanya) dan lugas. Selain itu, wartawan akan memburu berita yang baru saja terjadi atau berita terkini (aktual). Peristiwa peristiwa yang disajikan dalam berita adalah kejadian-kejadian yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, olahraga, hobi dan sebagainya. Dalam menyajikan berita wartawan tidak boleh memasukkan pendapat-pendapatnya dan berita yang disampaikan harus objektif.
Dalam pembelajaran berikut ini, kamu akan diajak untuk menguasai kompetensi dasar menulis berita secara singkat, padat, dan jelas. Jelas kompetensi dasar ini penting untuk dikuasai agar kamu memiliki bekal jika suatu saat nanti kamu memilih profesi sebagai wartawan atau jurnalis.
Untuk menulis berita kamu dapat berpedoman pada jawaban atas pertanyaan 5 W + 1 H, yaitu what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana) atas peristiwa yang sedang kamu amati. Secara garis besar menulis berita dapat dilakuan melalui tiga tahap, yaitu:
1. Penulisan garis besar berita dengan berpedoman 5W + 1 H.
2. Menulis berita bedasarkan garis besar berita.
3. Menyunting naskah berita.

Baca dengan saksama contoh teks berita berikut ini!
Lima Penderita Leptopirosis Meninggal Dunia

JAKARTA -- Jumlah penderita leptopirosis (kencing tikus) yang meninggal hingga Kamis (22/2) pagi mencapai lima orang. Meskipun banjir mulai menurun, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Pasalnya, penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini masih dalam kondisi masa inkubasi.
''Pasien yang meninggal akibat penyakit kencing tikus bertambah menjadi lima orang, padahal sehari sebelumnya masih tercatat tiga orang yang meninggal,'' kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes), dr. Rustam S Pakaya. Menurut Rustam, tiga korban meninggal itu sebelumnya dirawat di RSUD Tarakan, satu korban di RS Sulianti Saroso, dan satu lainnya di RSUD Tangerang. Sementara, pasien suspect leptospirosis, mencapai 135 kasus.
Data terakhir yang diperoleh, kata Rustam, penderita lepstopirosis ada 119 orang dan suspect sebanyak 33 kasus. Pasien tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya di RSUD Tarakan (36 pasien), RSUD Cengkareng (sembilan orang) RSUD Tangerang (13 orang), RS Persahabatan (tujuh orang), RSUD Budhi Asih (enam orang), Rumah Sakit Infeksi Paru Sulianti Saroso (RSPI-SS) dua orang, RS Sumber Waras (lima orang), RS Fatmawati (tujuh orang), dan RS Gading Pluit (satu orang).
Sementara, penderita yang telah pulang dan sembuh 20 orang, yaitu di RSUD Cengkareng (dua orang), RSUD Tarakan (10 orang), RSUD Tangerang (enam orang), RSPI SS (satu orang), dan RS Gading Pluit (satu orang). Rustam menjelaskan, hingga Rabu malam, data pasien pascabanjir masih dirawat di 32 rumah sakit (RS) di DKI Jakarta, Banten, dan Jabar sebanyak 1.456 pasien. Jumlah tersebut termasuk pasien demam berdarah dengue (DBD), yakni yang dirawat sebanyak 378 orang dan meninggal 13 orang.
Sementara untuk untuk pasien GEA (gastro, muntah, enteritis, berak encer,acuta), yang dirawat 712 orang, dan meninggal 20 orang. Untuk kasus tetanus dua orang, dan sisanya patah tulang, ISPA, dan lainnya, Menurut Rustam, kecepatan penananganan pasien-pasien pascabanjir termasuk penanganan kencing tikus, sudah ada standar operasionalnya (SOP). ''Karenanya, semua sudah kami serahkan kepada dokter di RS setempat,'' ujarnya.
Pada peristiwa banjir tahun 2002 silam, tercatat ada 113 pasien leptospirosisdi Jakarta, 20 di antaranya meninggal. Pada saat itu banyak kasus liver yang diakibatkan penyakit atau kencing tikus ini. Menurut Rustam, penyakit ganas ini dipicu bakteri Leptospira yang ada pada ginjal tikus. Saat si tikus kencing,air seninya bercampur air bah yang mengalir ke segala penjuru kota. Koloni bakteri pun bebas merdeka memasuki tubuh manusia, terutama melalui kulit
yang tergores. Biasanya, penderita akan mual, muntah, demam, diikuti pembengkakan limfa yang mematikan.
Untuk pencegahan, kata Rustam, masyarakat di daerah banjir harusmenggunakan sepatu boot. Selain itu, masyarakat harus menjaga kondisi tubuh karena korban banjir pasti staminanya menurun.
Kondisi di tempat banjir pastilah bercampur dengan sampah sehingga masyarakat yang membersihkan sampah harus berhati-hati. Bagi warga yang menemukan gejala leptospirosis seperti panas dan mata merah segera dibawa ke RS atau ke dokter setempat.
Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Dr. Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa pasien yang masuk rumah sakit karena leptospirosis meningkat. Untuk itu, warga harus terus menjaga kesehatan dan jika terjadi gejala leptospirosis harus segera dibawa ke RS.
Sumber: Republika, Jumat, 23 Februari 2007 dengan pengubahan

Sumber :
Suwandi, Sarwiji; Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2 Bahasa Kebangganku. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Bab 9 Halaman 243 – 248


D. Menulis Teks Berita

Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan dan tanpa adanya kesalahan tafsir.
Apakah semua peristiwa dapat atau layak untuk dijadikan sebuah berita? Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa atau perihal yang layak untuk dijadikan berita. Hal ini bertujuan agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi orang atau masyarakat pembaca. Apakah kalian juga demikian? Tentu dalam menulis berita, kalian harus dapat memilih berita yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Simaklah teks ilustrasi berikut sebagai bahan referensi kalian!

Minggu ini, kelompok diskusi kamu mendapat tugas untuk mengisi kolom berita pada majalah dinding sekolah. Suatu kebetulan, kemarin di aula kantor Depdiknas Provinsi Irian Jaya
berlangsung pameran karya inovasi ilmiah sains dan teknologi tingkat SMP se-Provinsi Irian Jaya. Pameran yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional tersebut dibuka oleh Gubernur Kepala Daerah.

Hal pertama yang harus kalian lakukan untuk meliput peristiwa tersebut menjadi sebuah berita adalah mencatat semua informasi berkaitan dengan unsur-unsur kelengkapan berita. Adapun kelengkapan dalam sebuah berita meliputi unsur-unsur pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, terkait isi berita.
Berkenaan dengan ilustrasi di atas, contoh informasi-informasi yang dapat kalian catat untuk memenuhi unsur kelengkapan berita di antaranya berikut ini.
1. Apa peristiwa yang terjadi?
– Pameran karya inovasi ilmiah sains dan teknologi tingkat
SMP se-Provinsi Irian Jaya.
2. Siapa sajakah yang terlibat dalam peristiwa tersebut?
– Siswa-siswa SMP seluruh Provinsi Irian Jaya.
– Gubernur dan pejabat yang terkait.
3. Kapan peristiwa tersebut terjadi?
– Bertepatan dengan Hardiknas.
4. Di mana peristiwa itu berlangsung?
– Di Aula Kantor Depdiknas Provinsi Irian Jaya.
5. Mengapa peristiwa tersebut diperlukan?
– Sebagai sarana mengekspresikan kreativitas, komunikasi
antarsekolah, serta perkembangan iptek.
6. Bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut?
– Sangat menarik perhatian dan banyak mendapatkan
respons positif dari banyak pihak.
Selain memerhatikan unsur-unsur kelengkapan berita di atas, dalam penulisan berita perlu juga kalian perhatikan penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Hal ini juga bertujuan agar pembaca mudah memahami berita yang kalian sampaikan. Berdasarkan beberapa informasi yang telah kalian catat, kalian dapat menyusun informasi-informasi tersebut menjadi sebuah berita, seperti berikut ini.

Peringatan Hardiknas di Provinsi Irian
Jaya tahun ini benar-benar lain. Hampir seluruh perhatian insan pendidikan se-Irian
Jaya tertuju pada Aula Kantor Depdiknas Provinsi Irian Jaya. Ada apakah kiranya?
Momen Hardiknas di Provinsi Irian Jaya tahun ini dimanfaatkan oleh seluruh siswa
SMP se-Irian Jaya sebagai ajang adu kreativitas sains dan teknologi. Sungguh luar biasa. Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Gubernur ini, mampu menunjukkan betapa besar tingkat kreativitas remaja-remaja SMP di provinsi ini. Beberapa karya yang dipajang di stan masing masing sekolah benar-benar membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan acungan jempol. Beberapa hasil karya-karya mereka yang banyak menarik perhatian di antaranya rancangan dan miniatur kapal selam, teknologi mengolah limbah, pengolahan lahan modern, tips pengawetan ikan, dan beberapa karya lainnya.
“Kegiatan semacam ini sangat perlu untuk terus digalakkan dan mendapat dukungan. Selain dapat mengasah keterampilan para remaja di bidang sains dan teknologi, kegiatan ini dapat menjadi wahana bertukar pengalaman antarsekolah. Hal yangjelas, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan generasi muda, pendidikan, dan kemajuan bangsa,” komentar Gubernur seusai mengunjungi salah satu stan peserta.

Sumber :
410
Wirajaya, Asep Yudha; Sudaramawati. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Bab 8 Halaman 152 – 158


B. Menulis Teks Berita

Menulis teks berita hampir sama dengan menulis laporan peristiwa. Hal-hal yang ditulis harus berupa fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pokok-pokok berita yang harus diperhatikan, antara lain peristiwa apa yang terjadi, siapa saja yang terlibat, mengapa peristiwa terjadi, kapan dan di mana kejadian tersebut, dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi (5W + 1H).

Teks berita ditulis dalam bentuk deskripsi atau pemaparan kejadian sehingga pembaca atau pendengar mampu mengidentifikasi (menggambarkan) kejadian tanpa melihat langsung.

Berikut ini merupakan contoh teks berita.

REKREASI BERSAMA KELUARGA DI SIRKUIT SUGO
Bukan hal yang mengherankan jika olahraga otomotif, khususnya balap motor, telah menjadi keseharian masyarakat Jepang. Maklumlah, negeri itu memang penghasil utama segala jenis sepeda motor yang produknya sudah menyebar merata ke seluruh penjuru bumi.
Sirkuit Sugo merupakan salah satu tempat favorit masyarakat Jepang untuk bersantai, sekaligus menyaksikan kehebatan talenta pembalap mereka. Sirkuit yang bernama lengkap Sportsland Sugo merupakan sarana yang dibangun dan dikembangkan pabrik Yamaha. Dibuka pada tahun 1974, Sirkuit Sugo sangat ideal bagi penggemar olahraga otomotif. Terletak di kawasan berbukit-bukit yang dirimbuni pepohonan pinus, sirkuit yang hanya membutuhkan waktu 40 menit waktu tempuh dari kota Sendai ini memang tak ubahnya kawasan wisata. Saat seri kelima ajang All Japan Championship pekan lalu, ribuan orang memadati kawasan itu. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga.
Bagi keluarga yang tak ingin merogoh kocek untuk membeli tiket guna menonton dari tribune, mereka tetap punya kesempatan mengikuti lomba. Karena terletak di perbukitan, banyak sudut strategis yang dapat dipakai untuk menonton, tanpa perlu membeli tiket. Pelataran parkir dan taman-taman di sekitar sirkuit pun dapat menjadi tempat ideal untuk menikmati lomba.
Meski sinar matahari cukup terik, angin yang berembus dari celah-celah bukit yang menghijau membuat rekreasi olahraga otomotif di Sugo tetap asyik. (JOY)
Sumber: Kompas, 31 Agustus 2007

Sumber :
Hariningsih, Dwi; Wisnu, Bambang; Lestari, Septi. 2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Bab 7 Halaman 72 – 73


B. Menulis Teks Berita secara Singkat, Padat, dan Jelas

Apakah kamu gemar membaca berita di koran atau majalah? Asyik bukan membaca berita-berita tersebut. Dengan membaca berita, kamu tahu semua peristiwa di suatu tempat dengan lengkap walau tidak terlibat langsung dalam kejadian itu.
Apakah kamu pernah membayangkan bisa juga menulis sebuah berita yang layak dimuat, di majalah sekolah atau majalah dinding misalnya. Nah, dalam pelajaran kali ini kamu tidak sekadar membayangkan, kamu akan belajar membuat berita.
Berita adalah jalan cerita tentang peristiwa. Artinya, sebuah berita setidaknya mengandung dua hal, yaitu peristiwa dan jalan ceritanya (kronologi).

Tips menulis berita
Sebelum mempelajari langkah-langkah menulis berita, cermati berita berikut!

Kelas VIII A Juara Umum Lagi
Kelas VIII A SMP Mutiara Bangsa berhasil mempertahankan predikat sebagai juara umum dalam "Porseni Antarkelas 2007" pada 7-12 Mei. Kelas ini menyisihkan 17 kelas lainnya dan mendominasi kemenangan pada cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Kelas kami bermain cemerlang pada beberapa cabang olahraga, yakni juara I voli putra dan putri, juara II-III tenis meja putra dan putri, juara I sepak bola, serta juara umum bulu tangkis. Namun, pada bidang seni kami kalah canggih dibanding kelas IX," kata Sujoko, Ketua Kelas VIII A sekaligus ketua tim sukses kelas tersebut, Sabtu (12/5).
Dalam acara penyerahan trofi juara, Bapak Suparman sebagai wali kelas VIII A menyatakan bangga dan terharu atas kekompakan dan keseriusan siswa didiknya untuk mempertahankan gelar juara. Ia mengatakan, "Terima kasih anak-anakku. Keringat dan semangat kalian telah berbuah manis. Selamat atas usaha kalian."
Penyerahan hadiah dan trofi juara secara simbolis dilakukan oleh Bapak Kuria Effendi, Kepala SMP Mutiara Bangsa. Menurut dia, kegiatan tahunan setiap akhir semester ini merupakan ajang mengaktualisasi bakat dan prestasi siswa, bukan sekadar ajang mencari tenar. "Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah rasa kebersamaan antarkelas dan guru serta karyawan," katanya, saat diwawancarai di
sela-sela penutupan "Porseni Antarkelas 2007".
Adapun peringkat kedua diraih oleh kelas IX C dengan komando Dwi Setiadi, posisi ketiga dicapai kelas VIII F atas kegigihan ketua kelas, Indri Prawesti. Juara harapan I dan II masing-masing ditempati oleh kelas yang dipimpin Suyanto, kelas VII C, dan kelas IX A yang dimotori Inggrid Swarti. Selain beberapa cabang olahraga tersebut, dilombakan juga pembacaan cerpen, musikalisasi puisi, dan pentas teater.

Berdasar berita di atas, kita memiliki gambaran bagaimana cara menulis berita. Adapun
tips atau langkah menulis berita sebagai berikut.

1. Tentukan peristiwa atau kejadian
Berita tersebut mengangkat peristiwa porseni antarkelas tahun 2007.
Dalam menulis berita, kamu juga bisa mengungkapkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang di sekitarmu. Ingat, dalam menentukan peristiwa, pilihlah kejadian yang aktual/hangat dan unik.

2. Tentukan sumber berita
Sumber berita tersebut ialah ketua kelas dan wali kelas VIII A serta kepala sekolah.

3. Melakukan wawancara untuk mendapatkan fakta, data, dan opini
Kelengkapan fakta sebuah berita apabila memenuhi unsur 5W 1H, yaitu what (apa),
who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Fakta yang ada dalam berita tersebut:
a. what (apa) : peristiwa yang terjadi adalah lomba pekan olahraga dan seni
(porseni) antarkelas di tahun 2007
b. who (siapa) : orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini adalah para siswa
tiap kelas, guru pembimbing/wali kelas, dan kepala sekolah
c. when (kapan) : peristiwa dilakukan pada tanggal 7-12 Mei 2007
d. where (di mana) : peristiwa terjadi di SMP Mutiara Bangsa
e. why (mengapa) : mengapa terjadi karena merupakan acara tahunan dalam
rangka memberikan wadah positif di akhir semester dan untuk
keakraban.
f. how (bagaimana) : bagaimana peristiwanya terjadi? Lomba berlangsung kompetitif
baik di bidang olahraga maupun seni

4. Menyusun berita
Berdasarkan data dari sumber-sumber yang telah didapatkan, kamu bisa mulai menulis teks berita. Gunakan kata atau kalimat sederhana, dan buatlah berita secara singkat, padat, dan jelas.

Sumber :
Kramadibrata, Dewaki; Indrawati, Dewi; Durianto, Didik. 2008. Terampil Berbahasa Indonesia.. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Bab 7 Halaman 119 - 121

2 komentar:

  1. Terima kasih Banyak Buat Admin Blog ini..
    Thanks for informations..

    By Semeru Purna

    http://3-xp.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Thaks informasinnya,, semoga selalu sukses dalam menjalankan karirnya

    BalasHapus