Sabtu, 30 April 2011

MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER oleh Sri Hidayah Candra Dewi absen 24

MENULIS RANGKUMAN BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER
Memahami isi buku ilmu pengetahuan, relatif lebih sulit daripada buku lainnya. Selain
banyak data dan informasi yang terkandung di dalamnya, gaya penulisannya pun cenderung
kaku dan formal. Ada beberapa penulis yang menulis buku ilmu pengetahuan dengan gaya
menarik dan mudah dipahami banyak orang. Model penulisan buku dengan gaya menarik tersebut
biasa disebut dengan buku ilmu pengetahuan populer.


1. Mencatat Butir-Butir Pokok Teks
Butir-butir pokok teks adalah hal-hal penting yang diungkapkan pengarang dalam
karangannya. Hal-hal penting itu dapat berupa gagasan, fakta baru, atau pesan. Pada dasarnya
membaca buku itu sama halnya dengan mengambil hal-hal pokok yang terdapat dalam buku
tersebut.

Memahami Diri Memompa Bakat

Manusia merupakan ciptaan-Nya yang sangat unik. Selain bentuk fisik yang
berbeda, tiap manusia memiliki pribadi yang berbeda. Dua orang kembar identik pun, tentu
memiliki perbedaan karakter dan perilakunya. Maha Besar Allah atas segala ciptaan-
Nya.
Memahami diri, terkadang ungkapan tersebut mudah untuk diucapkan. Namun
pada kenyataannya, kita sulit menemukan jati diri yang sebenarnya, potensi yang kita miliki
ataupun kelebihan dan kekurangan pada diri kita. Tiap manusia memiliki potensi yang sama
untuk menjadi manusia sempurna dengan berbagai kelebihan.
Hanya saja, potensi tersebut masih jauh “terkubur” di dasar diri. Tentu saja, kita
perlu mengupayakan menggali dan mengeluarkan potensi yang kita miliki untuk
dikembangkan sesuai dengan keinginan kita. Terkadang, tayangan yang kita tonton di televisi
membuat kurang percaya diri dan menganggap diri kita jauh dari sempurna. Kita tidak
harus membandingkan atau pun menyamai karakter tokoh cerita dari dunia kepura-puraan
televisi.
Karena hidup, bukanlah sebuah cerita film. Terkadang, justru kita adalah pemenang
sebenarnya dalam kehidupan ini, bukan mereka para tokoh pemain peran. Dengan mengenali potensi kita sebenarnya, memudahkan untuk lebih memfokuskan arah dan tujuan cita-cita yang akan kita capai. Menemukan arah cita-cita merupakan bagian penting dari kompetensi
diri seseorang.
Buku ini merupakan sebuah tuntunan praktis dan berisi hal-hal esensial yang perlu
dipahami untuk mengembangkan potensi yang terpendam. Memahami diri merupakan usaha
menemukan potensi dasar pada diri manusia. Masalahnya, sebagian besar manusia belum
dapat mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya. Akibatnya, mereka kurang dapat
mengontrol dan memacu diri untuk meraih sukses. Kadang-kadang, saat menghadapi banyak
permasalahan, mereka cenderung menyesali dan tidak berbuat banyak untuk bangkit dari
keterpurukan. Dalam proses menemukan dan mengoptimalkan potensi, memahami diri saja
tidak cukup. Perlu upaya lain, yaitu memompa bakat.
Ini merupakan bagian penting untuk mengeluarkan dan terus menggali potensi yang
ada. Masalahnya, pada kebanyakan manusia, potensi yang dimilikinya masih “terkubur”,
belum dapat diolah, dan dikembangkan secara maksimal. Akibatnya, mereka sulit
menemukan arah dan tujuan cita-cita yang akan dicapai. Menemukan arah cita-cita
merupakan bagian penting dari kompetensi diri seseorang.

Penulis : Amir Tengku Ramli
Tahun : 2006
Jumlah halaman : 94
Penerbit : Kawan Pustaka, Depok


2. Menulis Rangkuman Isi Berdasarkan Butir-Butir Pokok
Butir-butir pokok dari isi teks terkadang kurang urut dan masih terpencar-pencar di
semua paragraf. Usaha menyatukan kembali butir-butir pokok uraian itulah yang disebut
merangkum. Jadi, merangkum dimulai dari kegiatan mencatat butir-butir pokok, menyatukannya,
dan meringkasnya dalam bentuk pokok-pokok saja.

Sumber :
Setyorini, Yulianti; Wahono. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Menulis Rangkuman Isi Buku

Buku ilmu pengetahuan populer saat ini banyak kita temui di perpustakaan maupun di toko buku. Peminat buku ini juga banyak dan beragam. Hal ini menandakan bahwa masyarakat umum sangat haus akan ilmu pengetahuan. Buku ilmu pengetahuan populer tersebut misalnya. Cara Beternak Ayam Potong, Menanam Buah dalam Pot, Cara Mudah Membuat Masakan Rumah, Belajar Menyenangkan. Mungkinkah? Ternyata isi buku ilmu pengetahuan populer sangat beragam mulai dari kesehatan, teknologi modern, pertanian, perkebunan, komputer, dan lain-lain. Bagaimana agar mudah memahami isi buku tersebut? Salah satu caranya dengan membuat rangkumannya atau ringkasannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merangkum.
1. Bacalah kata-kata sulit.
2. Tandailah kata-kata sulit.
3. Hal-hal penting sebaiknya digaris bawahi.
4. Menentukan gagasan utamanya.
5. Merangkai beberapa pikiran utama menjadi paragraf baru.

Bacalah contoh wacana yang berisi pengetahuan populer berikut ini!

Jamu dan Rempah

Jamu adalah obat tradisional dan rempah adalah bumbu masak. Keduanya dperoleh dari bahan alami, yaiu tumbuhan. Sekitar sepuluh persen tumbuhan Indonesia bisa dijadikan obat dan banyak diantaranya yang bisa juga dijadikan rempah atau bumbu penyedap masakan. Manfaat tumbuhan sebagai obat alami telah lama disadari banyak orang, khususnya pnduduk desa pedalaman yang terletak jauh dari puskesmas. Orang Daya di Kalimantan timur, misalnya menggunakan daun jambu biji untuk mengobati sakit perut. Kumis kucing juga dikenal luas sebagai tanaman obat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti ginjal, batuk, dan encok. Untuk mengobati penyakit, para
peramu jamu dan dukun di indonesia umumnya menggunakan berbagai jenis tumbuhan, antara lain kunyit, kencur, pala, jahe, dan lengkuas. Orang Daya Kenyah di Kalimantan mengenal 200-
an tanaman obat.

Jamu
Jamu adalah obat yang dibuat dari tumbuhan obat, baik dari buah, bunga, daun, tangkai, akar maupun kulitnya. Diperkirakan ada sekitar 150 jenis tumbuhan yang sudah biasa digunakan sebagai bahan baku jamu. Konon, pada awalanya jamu hanya dikonsumsi oleh kalangan wanita istana kerajaan
Mataram (abad ke-17) agar mereka tetap cantik. Resep jamu dirahasiakan Namun sejak tahun 1930-an, sudah mulai dikembangkan jamu komersial, yang banyak dijajakan di kotakota di Jawa. Pada mulanya jamu berbentuk serbuk, namun kini ada juga yang dikemas dalam bentuk seperti tablet, kapsul, cairan, salep, param, pilis, dan tapal.

Rempah-Rempah
Rempah dalam arti luas adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan memberikan aroma dan rasa khusus pada makanan. Sebagian bahan rempah juga bisa digunakan sebagai bahan baku jamu dan kosmetik. Adapun rempah dalam arti sempit adalah komoditas perdagangan (pala, cengkeh, lada, kayu manis), yang pada abad ke-17 menarik bangsa Eropa (misalnya VOC) untuk datang ke Indonesia
serta menguasai perdagangannya, terutama di daerah Maluku.

Sumber: Ensiklopedia Indonesia


2. Menggaris bawahi hal-hal yang penting.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah obat tradisional berbahan tumbuhan. Rempah adalah bumbu masak berasal dari tumbuhan. Banyak orang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat.

3. Menentukan pikiran utamanya.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu adalah rempah berasal dari tumbuhan. Jamu adalah obat yang dibuat dari tumbuhan obat, baik dari buah, bunga, daun, tangkai, akar maupun kulit. Rempah berasal dari tumbuhan yang memberikan aroma dan rasa khusus pada makanan.

4. Menyusun dalam bentuk rangkuman.
Seperti contoh berikut ini.
Jamu dan rempah berasal dari tumbuhan. Jika jamu digunakan untuk obat, rempah berguna memberikan aroma dan rasa khusus pada makanan.


1. Bacalah bacaan berisi pengetahuan populer berikut ini!

Pengganti Bahan Bakar Minyak

Kenaikan harga minyak mentah dunia, yang mencapai lebih dari 65 dollar AS per barel, memicu terutama negara-negara pengimpor minyak mencari sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak fosil. Pilihannya jatuh pada bahan bakar nabati (dari tanmana) yang dianggap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan karena dapat diperbarui dalam jangka pendek. Bahan bakar jenis ini juga diklaim lebih ramah terhadap lingkungan karena emisi rumah kaca yang dihasilkan dari penggunaanya lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar minyak fosil.
Di Indonesia, Presiden Yudhoyono bertekad mewujudkan bahan bakar nabati sebagai salah satu sumber neergi nasional. Selain sebagai solusi terhadap persoalan energi nasional, pengembangan bahan bakar nabati dianggap dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengangkat rakyat dari kemiskinan. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa pemanfaatan tanaman (sumber daya alam) yang tidak terkendali biasanya menimbulkan persolan, bukan di masa kini, tapi di masa depan.

Sumber: kompas, Sabtu 16 Juli 2007
2. Tentukan kata-kata sulit dan carilah artinya dari kamus!
No Kata-kata sulit Arti
1. nabati
2. fosil
3. emisi
4. solusi

3. Tentukan pikiran utama masing-masing paragraf!
No Pikiran utama Kalimat
1. Paragraf 1
2. Paragraf 2
4. Hasil rangkuman:
Bahan bakar nabati dapat dimanfaatkan .........................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................

5. Tukarkan hasil perkerjaanmu dengan teman sebangkumu.
Berilah komentar hasil pekerjaan tersebut!


Sumber :
Maryati; Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Jakarta: Pusat Perbukuan, Departement Pendidikian Nasional
Menulis Rangkuman Buku Pengetahuan Populer

Buku pengetahuan populer merupakan buku yang sangat bermanfaat dalam menambahwawasanmu. Pada umumnya buku itu enak dibaca dan menyajikan hal-hal umum yang perlu kamu ketahui. Pada pembelajaran ini, kamu akan berlatih mencatat butir-butir pokok isi buku pengetahuan populer dan menulis rangkumannya. Aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi menulis rangkuman buku pengetahuan populer adalah (1) mencatat butir-butir pokok isi buku ilmu pengetahuan populer; (2) menyusun rangkuman sebuah buku ilmiah populer; (3) menilai rangkuman yang dibuat siswa, dan (4) mengerjakan latihan. Pada bagian akhir, kamu akan menjumpai kegiatan refleksi.

1. Mencatat Butir-butir Pokok Isi Buku Ilmu Pengetahuan Populer
Dari kegiatanmu mencatat isi terpenting buku pada kegiatan A1, lanjutkan dengan
mengisikannya pada tabel seperti contoh berikut!
No. Bab Pokok-Pokok Isi
1 Bab 1 Proses menuju sukses
2 Bab 2 Langkah- langkah menuju sukses
3 Bab 3 Kenali Dirimu
4 Bab 4 Ciptakan Visimu
5 Bab 5 Buat Rencana Perjalananmu
6 Bab 6 Kuasai aturan perjalanan

Dari pokok-pokok isi per bab, kamu perlu mengembangkannya menjadi rangkuman
yang merupakan isi padat sebuah buku. Amati contoh rangkuman berikut! Rangkuman
dikembangkan dari tabel tersebut.
Cara menuju sukses adalah dengan memanfaatkan tiga lingkaran sukses, yaitu karier,
perkembangan pribadi, dan hubungan baik dengan lingkungan.
Karier meliputi kegiatan mengerjakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya serta kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Perkembangan pribadi mencakup usaha untuk lebih mengenal diri sendiri, kebutuhan, dan keinginan, menentukan apa makna sukses dan pencapaian harga diri. Hubungan baik berupa usaha lebih akrab dengan lingkungannya (orang
tua, teman di sekolah, masyarakat di sekitar rumah, atau masyarakat di lingkungan organisasi yang diikuti).
Langkah menuju sukses mencakup empat langkah. Langkah pertama, yaitu memastikan
identitas dengan mengenali diri sendiri, membangun kesuksesan dengan memahami diri sendiri,
mengatasi rintangan, dan berpikir positif. Langkah kedua, ciptakan visimu, yaitu memiliki visi hidup,
memutuskan arah, dan selangkah demi selangkah mewujudkan visi dengan membuat daftar,
memanfaatkan imajinasimu, menentukan target, menentukan sosok panutan, dan menjaga diri
agar fokus. Langkah ketiga, buat rencana perjalanan, maju selangkah demi selangkah, menempuh
dan menjaga agar tetap di jalur, meningkatkan keterampilan mengatur waktu, dan periksa
kemajuanmu. Langkah keempat, kuasai perjalananmu! Dalam hal ini remaja diharapkan tahan
banting menghadapi ujian yang menghadang.

2. Menyusun Rangkuman Sebuah Buku Ilmiah Populer
Berkelompoklah untuk membaca sebuah buku! Kemudian buatlah sebuah rangkuman
yang tepat dari isi buku tersebut! Kamu juga dapat menggunakan hasil bacaanmu pada
kegiatan A1 dan A2. Untuk itu, ikuti langkah-langkah seperti contoh di atas! Di samping itu, perlu pula kamu sadari bahwa dalam kegiatan menyusun rangkuman, penguasaan unsur kebahasaan menjadi sangat penting. Salah satu di antaranya adalah pengimbuhan, khususnya penggunaan konfiks (imbuhan gabung). Konfiks adalah sebuah imbuhan yang terdiri atas awalan dan akhiran. Dalam pemakaian sehari-hari, pada umumnya imbuhan gabung (konfiks) terdapat pada kata-kata dengan imbuhan ke-an, peng-an, per-an, ataupun ber-an, seperti kelihatan, penghijauan, perbuatan, dan bermunculan. Imbuhan gabung tersebut juga dapat melekat pada bentuk dasar yang berupa kata majemuk. Dalam penulisannya, kata majemuk yang mendapatkan imbuhan gabung tersebut dituliskan serangkai. Kata majemuk tanggung jawab, serah terima, tanda tangan, taat asas, dan tinggi hati, misalnya akan menjadi pertanggungjawaban, penyerahterimaan, penandatanganan, ketaatasasan, dan ketinggihatian. Nah, sekarang kamu telah mengetahui bahwa pembentukan dan penulisan yang benar adalah pertanggungjawaban, bukan pertanggungan jawab atau pertanggung jawaban.
3. Menilai Rangkuman yang Dibuat Siswa
Sekarang nilailah rangkuman yang kamu tulis dengan kriteria berikut!
a. Apakah rangkuman benar-benar berupa pokok-pokok isi (menjawab hal-hal
pokok dalam daftar isi)?
b. Apakah dari bahasa yang digunakan tidak terdapat kesalahan struktur dan
pilihan kata?

Sumber:
Laksono, Kisyani; Yulianto, Bambang; Harsiati, Titik; Nurhadi. 2008.Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional











Menulis Rangkuman Isi Buku Pengetahuan Populer



Menulis rangkuman merupakan upaya menyarikan sebuah teks atau bacaan. Jadi, merangkum sebuah buku adalah mengambil inti sari sebuah isi buku dan menuliskannya kembali menjadi catatan ringkas. Hal yang perlu kalian ingat bahwa sebuah rangkuman
isinya mencakup keseluruhan teks atau buku yang dirangkum secara utuh dan lengkap, meski dalam penyajiannya lebih padat dan ringkas. Jadi, dalam merangkum jangan sampai ada hal penting dari bacaan atau buku yang tidak terambil atau terangkum. Adapun yang dimaksud dari buku pengetahuan populer adalah buku yang berisi informasi mengenai pengetahuan yang sifatnya banyak diketahui oleh masyarakat secara umum. Dalam hal ini, sesuatu yang bersifat populer merupakan sesuatu yang sudah biasa diketahui atau akrab di lingkungan masyarakat secara umum. Buku pengetahuan populer memiliki berbagai bidang pengetahuan, misal: peternakan, bisnis, kepribadian secara umum, dan pengetahuan lainnya. Adapun buku pengetahuan yang membahas mengenai disiplin ilmu tertentu secara spesifik dan detail bukan termasuk buku pengetahuan populer, akan tetapi merupakan buku kajian disiplin ilmu. Contoh buku kajian disiplin ilmu adalah buku mengenai anatomi tubuh manusia. Perhatikanlah teks ilustrasi berikut berkaitan dengan rangkuman buku pengetahuan populer!
Jelaskan latar cerita dari petikan novel tersebut yang meliputilatar tempat, waktu, dan suasana!
Tulislah hasil penjelasanmu di buku tugas!
Judul Buku : Anggur dalam Pot
Jumlah Halaman: 50 halaman
Penerbit : Penebar Swadaya
Cetakan : IV


Buku berjudul Anggur dalam Pot ini memuat uraian mengenai cara membudidayakan tanaman anggur di dalam pot atau kantong plastik. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa menanam anggur memerlukan lahan yang luas serta perawatan yang sangat rumit. Pada kenyataannya pandangan tersebut tidak tepat. Dalam buku berjudul Anggur dalam Pot ini dijelaskan bahwa sebenarnya pembudidayaan buah anggur tidaklah sesulit seperti pandangan banyak orang. Dalam buku ini dikemukakan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembudidayaan tanaman anggur dalam pot atau kantong plastik. Hal-hal tersebut di antaranya meliputi seluk-beluk tanaman anggur beserta jenis dan ciri-cirinya. Pada buku ini
dikemukakan juga mengenai cara memilih bibit anggur yang baik, cara menyiapkan media
tanam, serta cara perawatan selama pertumbuhan. Pada bab akhir dalam buku ini dikemukakan hal-hal yang berkaitan dengan perawatan pohon anggur dewasa dari berbagai penyakit.


Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam merangkum
sebuah buku pengetahuan populer adalah berikut.
1. Membaca buku hingga memahami secara utuh dan lengkap.
2. Menuliskan pokok-pokok inti sari bacaan atau buku.
3. Menuliskan pokok-pokok tersebut menjadi rangkaian kalimat
yang mudah dipahami.
4. Mencek dan ricek hasil rangkuman dengan isi buku untuk
mengetahui rangkuman sudah lengkap atau belum.



Contoh butir-butir pokok yang penting untuk dicatat dari
buku pengetahuan di atas adalah berikut.
1. Pohon anggur selain merupakan tanaman buah yang
memiliki nilai jual tinggi juga merupakan tanaman hias.
2. Cara memilih dan memperoleh bibit yang baik.
3. Memilih pot yang baik, menyiapkan media tanam, serta
memindahkan bibit anggur dalam pot.
4. Perawatan bibit anggur dengan cara penyiraman,
pemberian tempat merambat, serta pemupukan.
5. Membentuk cabang dan ranting pendukung buah.
6. Merawat tanaman anggur agar produktif sepanjang tahun
dengan cara pemangkasan.
7. Mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman anggur.

Rangkuman buku berjudul Anggur dalam Pot berdasarkan
butir-butir pokok yang terdapat dalam buku tersebut dapat kalian
tuliskan sebagai berikut.
Buku berjudul Anggur dalam Pot ini memuat uraian
mengenai cara membudidayakan tanaman anggur di dalam pot atau kantong plastik. Dalam buku ini dikemukakan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembudidayaan tanaman anggur dalam pot atau kantong plastik. Hal-hal tersebut meliputi pemilihan bibit anggur yang baik, cara menyiapkan media tanam, cara perawatan selama pertumbuhan, serta upaya mengatasi berbagai hama dan penyakit tanaman anggur.
Sumber:
Wirajaya, Asep Yudha; Sudaramawati. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Menulis Rangkuman Isi Buku Ilmu Pengetahuan
Populer

Salah satu kunci seorang remaja agar sukses di masa mendatang adalah memahami perkembangan teknologi. Saat ini, kamu dikepung oleh berbagai teknologi, di antaranya komputer, internet, telepon seluler, pesawat terbang, pesawat ruang angkasa. Teknologi tersebut banyak manfaatnya. Dengan komputer, kamu bisa melakukan kegiatan mengetik karya ilmiah, mengetik tugas sekolah. Dengan internet, kamu bisa membaca segala informasi dan mencari bacaan yang kamu inginkan. Internet bisa membuatmu mengenal banyak teman di dunia, bisa berkirim e-mail (surat elektronika). Kamu juga bisa membaca, mengunduh materi-materi pelajaran, soal-soal ujian nasional, panduan soal-soal ujian sekolah, panduan soal-soal ujian sekolah yang disebarluaskan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Pada pelajaran ini diangkat tema teknologi agar kesadaran kamu tumbuh untuk lebih mengenal teknologi, di antaranya kamu memahami wacana tentang teknologi Salah satu kemahiran yang harus kamu capai saat melakukan kegiatan membaca adalah mampu mengungkapkan kembali garis besar isi wacana baik secara lisan maupun tertulis.

Dalam kesempatan ini, kamu akan belajar mengungkapkan kembali sebuah wacana melalui kegiatan menulis rangkuman. Istilah lain dari rangkuman ialah ringkasan. Merangkum atau meringkas merupakan cara yang efektif untuk menyajikan sebuah wacana yang panjang
dalam bentuk yang singkat.

Cara yang bisa kamu pergunakan untuk membuat rangkuman sebagai berikut.
1. Membaca naskah
Bacalah naskah atau wacana yang akan kamu ringkas. Apabila dalam sekali baca
kamu belum memahami isi wacana tersebut, bacalah lagi, kalau perlu diulang hingga
beberapa kali.
2. Mencatat gagasan utama
Setelah membaca keseluruhan isi wacana, langkah selanjutnya ialah membaca kembali setiap paragraf wacana tersebut untuk mencari gagasan utama tiap paragraf.
3. Merangkai gagasan-gagasan utama
Langkah terakhir yang kamu lakukan ialah merangkai gagasan-gagasan utama tersebut menjadi sebuah rangkuman.
Berikut salah satu contoh rangkuman buku pengetahuan populer.
Cerdik Bermain Sudoku
Setiap dua minggu sekali di Yunior ada rubrik ”Sudoku”. Kamu menyukainya? Hmm, saya juga. Tapi ada juga lho yang belum tahu bagaimana cara mengerjakannya. Nah, jika kamu termasuk yang belum tahu itu, kamu bisa membaca buku ini. Buku ini mengulas segala hal tentang sudoku, dari tingkat 1 sampai tingkat 9. Asyiknya lagi, ada kunci jawabannya sehingga kita bisa langsung mencocokkan apakah jawaban kita betul atau tidak. Di bagian awal terdapat bab pendahuluan yang akan mengantar kita menuju dunia sudoku. Selanjutnya baru dijelaskan tentang beberapa cara dan trik dalam mengerjakan sudoku. Setelah paham, kamu bisa mencoba mengerjakan soal-soal sudoku, dari tingkat 1 hingga tingkat 9. Ya, tentu saja semakin tinggi tingkatnya semakin sulit pula soalnya.
Karena itu coba kerjakan yang tingkat terendah dulu. Jika sukses, silakan menuju ke level berikutnya.
Sumber: Suara Merdeka, 20 Januari 2008


Sumber:
Kramadibrata, Dewaki; Indrawati, Dewi; Durianto, Didik. 2008. Terampil Berbahasa Indonesia.. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Menulis Rangkuman Isi Buku Pengetahuan Populer

Buku pengetahuan populer berisi tentang wawasan pengetahuan yang harus diketahui oleh masyarakat umum. Jadi, apabila membutuhkan informasi pengetahuan umum tentang hal tertentu, kamu bisa membaca buku pengetahuan populer yang bidangnya sesuai. Agar lebih mudah memahami isi bacaan dari buku pengetahuan populer, alangkah baik jika kamu menulis rangkuman setelah membaca
buku tersebut. Dalam menulis rangkuman isi buku, hal yang harus kamu perhatikan ialah butir-butir pokok yang berisi pengetahuan yang kamu butuhkan. Berikut contoh rangkuman isi buku pengetahuan populer tentang Asal-Usul Kehidupan di Bumi, halaman 66-70.

ASAL-USUL KEHIDUPAN DI BUMI
Untuk itu berikut ini berbagai pendapat dikemukakan yang berupa hipotesis
atau teori:
(1) Generatio spontanea
Enam abad sebelum masehi para ahli filsafat Ionia (Orang Yunani)berpendapat bahwa organisme hidup berasal dari lendir laut. Penduduk Ionia percaya bahwa segala yang ada di alam semesta ini hidup pada lendir laut sebagai tempat permulaan itu hanya kebetulan laut merupakan tempat yang serasi bagi benih-benih kehidupan (yang menurut gambaran mereka beterbangan di udara seperti debu) untuk memapankan diri dan mulai
membentuk organisme yang dapat hidup dan kasat mata. Beberapa abad kemudian Aristoteles mengikuti jejak penduduk Ionia. Ia berpendapat bahwa binatang muncul tidak dari binatang lain saja, tetapi dari benda mati melalui bahan tersebut dijiwai oleh unsur di atas akan menjadi hidup. Aristotelesmenerangkan terbentuknya kunang-kunang dari embun pagi dan lahirnya tikus dari tanah basah. Hal ini merupakan aliran yang omong kosong, tetapi dapat bertahan sampai 2000 tahun. Tokoh-tokoh gereja umumnya menerima
pandangan Aristoteles dengan menambah unsur campur tangan Tuhan.
Paham itu disebut generatio spontanea, yaitu makhluk hidup yang terbentuk secara spontan atau dengan sendirinya. hal itu sering disebut juga dengan abiogenesis, yaitu makhluk hidup yang terbentuk dari bukan makhluk hidup.
Contoh lain : Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus.
Cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur.

(2) Omne vivum ex ovo
Paham abiogenesis ditentang oleh seorang biolog bangsa Italia yang bernama Francesco Redi (1626-1697). Dia membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang terletak pada bangkai tikus tersebut. Dari berbagai percobaannya yang serupa, ia menyimpulkan bahwa asal mula kehidupan adalah telur omne vivum ex ovo.

(3) Omne ovum ex vivo
Lazzaro Spallanzani (1729 – 1799) juga ahli dari Italia melalui percobaannya terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik (mikroorganisme) yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Apabila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, akan terjadi pembusukan. Ia menyimpulkan bahwa adanya telur harus ada jasad hidup terlebih dahulu, maka muncul teori omne ovum ex vivo atau telur berasal dari makhluk hidup.

(4) Omne vivum ex vivo
Louis Pateur (1822-1895), sarjana kimia Perancis, melanjutkan percobaan Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme. Akhirnya, dia dapat menunjukkan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru. Teori ini disebut omne vivum ex vivo yang disebut juga teori biogenesis dengan konsep dasar bahwa kehidupan itu berasal dari kehidupan juga. Dengan teori itu, teori agiogenesis ditinggalkan orang. Sebenarnya, teori ini belum menunjukkan asal mula kehidupan, tetapi merupakan perkembangan.

(5) Cosmozoa
Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini asal-usulnya dari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup yang datang ini mungkin berbentuk spora yang aktif jatuh ke bumi, lalu berkembang biak, Hal itu disebut teori cosmozoa. Pendapat itu terlalu lemah karena tidak didukung fakta. Dengan demikian, asal mula kehidupan mulai berkembang menjadi masalah yang belum terungkap, tetapi hampir semua ahli berpendapat bahwa asal mula kehidupan itu timbul di bumi kita ini bukan dari angkasa luar.

(6) Teori Urey
Harold Urey (1893), seorang ahli kimia Amerika Serikat, mengemukakan bahwa atmosfir bumi pada mulanya kaya akan gas metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2) dan Air (H2O). Zat itu merupakan unsur penting yang campur tangan “nyawa” yang merupakan milik empat unsur, yaitu udara, air, api, dan tanah. Pada hakikatnya Aristoteles mengatakan bahwa kehidupan dapat timbul dari lendir atau sembarang bahan yang kelihatannya mati, kalau terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Karena diduga ada energi dari aliran
listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsur itu mengadakan reaksi kimia
membentuk zat hidup. Zat hidup itu mula-mula terbentuknya kira-kira sama
dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang
menjadi berbagai jenis organisme.


(7) Teori Opatin – Haldane
A.I. Oparin adalah ahli biologi berkebangsaan Rusia. Pada tahun 1924 ia mempublikasikan pendapatnya tentang asal mula kehidupan. Dia menyatakan bahwa makhluk hidup terjadi dari senyawa kimia, dan pada waktu itu di atmosfer belum ada oksigen bebas. Pendapat Oparin mendapat dukungan dari J.B.S. Haldane ahli biologi berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1936 Opari berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi dari hasil reaksi kimia antara molekul-molekul di dalam lautan yag panas. Lautan yang terbentuk pada mulanya bersuhu tinggi sehingga energinya dapat digunakan untuk
berlangsungnya reaksi kimia. Hasil reaksi kimia membentuk semacam uap yang terdiri atas bahan organik, yaitu sebagai bahan pembentuk sel. Pendapat Oparin, Haldane dan Harold Urey, dapat dipandang sebagai hipotesis yang menyatakan adanya evolusi kimia yang mengarah pada terbentuknya makhluk hidup. Pada tahun 1953 hipotesis tentang evolusi kimia tersebut mendapat dukungan oleh Stanley Miller, seorang mahasiswa Amerika di bawah bimbingan Harold Urey, dia membuat percobaan dengan menyalakan bunga api listrik di dalam tabung yang berisi amonia, metana, air, dan hidrogen. Kemudian, bahan
di dalam tabung tersebut dianalisis dan diperoleh senyawa asam amino yang diduga merupakan bahan dasar kehidupan.

Sumber:
Hariningsih, Dwi; Wisnu, Bambang; Lestari, Septi. 2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Menulis Rangkuman Isi Buku

Banyak sekali buku ilmu pengetahuan populer yang dapat kamu baca di
perpustakaan sekolahmu. Buku-buku seperti itu sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuanmu tentang berbagai hal. Suatu saat pengetahuan yang kamu dapatkan dari buku seperti itu dapat memberikan manfaat yang berarti bagi kamu. Buku ilmu pengetahuan populer dapat pula disebut sebagai buku ilmiah populer. Ilmiah artinya buku itu mengandung ilmu yang bermanfaat, masuk akal (logis), dan runtut (sistematis). Dikatakan populer karena disajikan dengan bahasa yang ringan, dan komunikatif sehingga isinya mudah ditangkap dan dicerna oleh semua pembaca. Meskipun isinya cukup berbobot ilmiah, tetapi penyampaiannya menggunakan bahasa yang sederhana sehingga enak dibaca dan menarik bagi semua kalangan terutama remaja. Dalam buku pengetahuan popular, biasanya akan dapat kamu temukan butir-butir pokok yang berharga.
1. Mencatat Butir-butir Pokok dari Buku Ilmu Pengetahuan Populer Dalam pembelajaran
Berikut ini akan dibahas salah satu buku ilmu pengetahuan populer tentang hubungan orang tua dan anak.
Dalam mendidik dan membina anak, orang tua sering tidak memperhatikan aspirasi mereka. Kecenderungan orang tua adalah memaksakan kehendaknya. Misalnya, ketika orang tua menginginkan sesuatu terhadap anak-anaknya, mereka cenderung main perintah. Dengan perkataan lain, anak-anak harus tunduk pada orang tua. Padahal, bagi anak-anak usia remaja, sikap demikian justru sangat menyebalkan, alias membuat mereka bete. Orang tua diharapkan bisa bertindak bijaksana dalam mendidik dan membina anak-anak. Orang dituntut menyediakan hati dan pikiran untuk anak remajanya. Misalnya, dengan mendengarkan keluhan-keluhan dan perasaan-perasaan mereka. Sayangnya, banyak remaja yang belum menemukan orang tua yang mampu mendengarkan aspirasinya.



Remaja umumnya mendambakan orang tua sebagi figur untuk mencurahkan isi hatinya, alias curhat. Hal ini penting mana kala remaja itu mengalami problem. Jika figur memahami perasaan-perasaan tidak mereka temukan pada diri orang tuanya, maka tidak mustahil dalam diri remaja akan muncul rasa ingin memberontak. Harus diakui bahwa banyak remaja kita sekarang memiliki orang tua yang di dalam mendidik dan membina masih menerapkan cara-cara memaksakan kehendak.
Bertolak dari kenyataan di atas, Setiyanto merasa terpanggil untuk
menulis buku ini. Dia berharap buku ini dapat menjadi bacaan alternatif bagi orang tua yang ingin mendidik dan membina anak remajanya secaravbenar dan wajar. Buku dengan judul Orang Tua Ideal dari Perspektif Anak ini memuat 51 artikel yang disajikan secara enak. Artikel-artikel yang dimuat dalam buku itu antara lain:
(1) Dianggap Masih Kecil
(2) Dibeda-bedakan
(3) Orang Tua Kurang Puas yang Dikerjakan Anaknya
(4) Orang Tua Terlalu Ikut Campur
(5) Orang Tua Suka Ceramah
(6) Orang Tua Selalu Membandingkan
(7) Orang Tua Selalu Menyalahkan Anaknya
(8) Melakukan Kesalahan Kecil Dibesar-besarkan
(9) Dimarahi Karena Pemalu dan Rendah Diri
(10) Dimarahi Karena Sering Lupa
(11) Dimarahi Karena Dianggap Anak yang Tidak Tahu Sopan Santun

2. Menulis Rangkuman Isi Berdasarkan Butir-butir Pokok
Butir-butir pokok yang sudah kamu tulis dapat kamu kembangkan menjadi tulisan yang baru. Berdasarkan butir-butir pokok di atas, kita dapat menulis rangkuman isi buku tersebut dengan menggunakan kalimatkalimatmu sendiri. Rangkuman yang kamu buat hendaknya singkat dan padat, tetapi isinya dapat dipahami dengan baik.

Sumber:
Suwandi, Sarwiji; Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2 Bahasa Kebangganku. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

1 komentar: